Bogor Kinclong skincar protect
Perawatan mobil setelah dipasang PPF (Paint Protection Film) dan Nano Ceramic Coating sebenarnya mirip, namun ada beberapa detail khusus untuk menjaga performanya tetap maksimal. Kuncinya adalah menghindari goresan fisik dan paparan bahan kimia keras.

​Berikut adalah panduan perawatan lengkapnya:
​1. Masa Krusial (7–14 Hari Pertama)
​Ini adalah masa pengeringan (curing) untuk coating dan penempelan sempurna untuk PPF.
​Jangan dicuci dengan sabun: Selama 1 minggu pertama, jangan mencuci mobil menggunakan sampo. Jika terkena debu, cukup bilas dengan air bersih mengalir lalu keringkan dengan memutar halus menggunakan kain microfiber.
​Hindari tekanan tinggi: Jangan gunakan semprotan air bertekanan tinggi (pressure washer) terlalu dekat, terutama pada bagian ujung/persendian PPF agar tidak terkelupas.
​Jangan dijemur ekstrem: Sebisa mungkin parkir di tempat teduh agar proses curing coating berjalan sempurna.
​2. Teknik Mencuci Mobil yang Benar
​Setelah melewati masa krusial, Anda bisa mencuci mobil secara rutin dengan aturan berikut:
​Gunakan Metode Dua Ember (Two-Bucket Method): Satu ember berisi air sampo, satu ember berisi air bersih untuk membilas spons/sarung tangan cuci (wash mitt). Ini mencegah kotoran bergesekan kembali ke bodi mobil.
​Pilih Sampo Berkadar pH Netral: Jangan gunakan sabun colek, sabun cuci piring, atau sampo mobil murah yang asam/basa kuat. Gunakan sampo khusus ber-pH netral (biasanya berlabel coating safe atau pH balanced).
​Gunakan Kain Microfiber Berkualitas: Selalu keringkan mobil menggunakan kain microfiber yang bersih dan lembut. Jangan gunakan kanebo/lap sintentis biasa karena berpotensi memicu baret halus (swirl marks).
​Hindari Cuci Mobil Otomatis (Touchless/Robotik): Sebisa mungkin hindari mesin cuci mobil otomatis yang menggunakan sikat besar karena bisa merusak lapisan coating dan mengangkat pinggiran PPF.
​3. Penanganan Noda Khusus (Segera Bersihkan!)
​Kotoran tertentu bersifat sangat korosif dan bisa merusak lapisan top coat PPF maupun nano ceramic jika dibiarkan menempel terlalu lama:
​Kotoran Burung dan Getah Pohon: Segera siram dengan air dan seka perlahan menggunakan microfiber basah. Jangan dikerik saat kering.
​Sisa Aspal/Serangga: Gunakan cairan bug & tar remover yang aman untuk PPF/coating (baca label kemasan).
​4. Hal yang PANTANG Dilakukan
​Dilarang Melakukan Waxing Tradisional atau Kompon (Polishing): Lapisan PPF dan coating tidak boleh dipoles dengan mesin atau diberi wax konvensional yang bersifat abrasif. Hal ini bisa mengikis lapisan ceramic dan membuat PPF menjadi buram.
​Jangan Gunakan Air Sumur/Tanah Tinggi Zat Besi: Jika mencuci sendiri, pastikan airnya bersih. Air tanah yang kaya zat besi atau kapur akan meninggalkan noda jamur air (water spot) yang keras kepala.
​5. Perawatan Berkala (Maintenance)
​Gunakan Booster/Coat Protector: Setiap 1–2 bulan sekali setelah dicuci, Anda bisa menyemprotkan cairan quick detailer atau spray sealant berbasis air (water-based) yang aman untuk coating dan PPF. Ini akan mengembalikan efek daun talas (hydrophobic) dan menjaga kilau mobil.
​Perawatan Profesional (Maintenance Rutin): Bawa mobil kembali ke tempat workshop pemasangan setiap 6 atau 12 bulan sekali untuk perawatan berkala. Mereka memiliki cairan khusus untuk mengangkat jamur tanpa merusak PPF dan bisa melakukan top up lapisan nano ceramic yang mulai menipis.